|
dr Frans Pattiasina lahir di Makasar 19 Pebruari 1920. Ia keturunan
keluarga besar Pattiasina di Negeri Booi Pulau Saparua. Pendidikan
: Lagere School (SD 8 tahun)
Pendidikan dokter-nya terhenti karena tugas perjuangan
sejak tahun 1946. Barulah pada 4 Juni 1955 memperoleh
ijazah Dokter pada
Fakultas Kedokteran Universitas barisan proklamasi dan
pengibaran bendera pusaka Merah Putih. Selanjutnya membentuk
organisasi pemuda API Ambon dan turut membuka Kantor Gubernur
Maluku bersama Mr..J. Latuharry di Jakarta dan cabangnya di
Bandung dan Cirebon. Ikut keliling Jawa Barat dalam rangka
pangamanan orang-orang Ambon/Maluku selama rovolusi.
Permulaan
karier militer sebagai perwira penghubung kesehatan pada divisi
Siliwangi Bandung. Sesudah persetujuan Renville, ikut hijrah
bersama Siliwangi ke Jawa Tengah.Sesudah Konperensi Meja
Bundar (KMB) bertugas sebagai Perwira Kesehatan di RSPAD (Rumah
Sakit Pusat Angkatan Darat)
dengan pangkat Kapten. Kemudian tahun 1950 ikut bertugas menumpas
pemberontakan Andi Asis di Makasar dan RMS di Maluku (Ambon).
Sesudah
itu kembali bertugas RSPAD dan memimpin bagian Patologi. Tahun
1955 berpangkat Mayor dan tahun 1958 ditunjuk menjadi Direktur Rumah Sakit “Tjikini” disamping
tugas di RSPAD. Tahun 1958 menumpas pemberontakan PRRI/Permesta di
Sulawesi Utara. Pangkatnya melejit dari Letkol ke Kolonel. Tahun
1969 menjadi Brigadir Jendral dan ditugaskan tahun 1970 sebagai
Kepala Rumah Sakit Gatot Sobroto (militer). Tahun 1971 diangkat
menjadi Kepala Jawatan Kesehatan Angkatan Darat.Dipesiunkan Juli1
973 dan terus mengabdi sebagai
Ketua Tim Doter Ahli Presiden RI,Ketua Dewan Pengawas RSPAD Gatot
Sobroto,Komisaris IV Dewan Pembina PEPABRI. Ketua Bidang
Kesehatan,Pengurus Pusat Legiun Veteran RI, dan pernah mengabdi
sebagai anggota DPR/MPR-RI. Tokoh pejuang ini mengantongi berbagai
tanda jasa dari Negara untuk pengabdiannya
. |